
CANGGU, pendakilaut.co — Pemandangan berbeda terlihat dalam pelaksanaan Nyegara Gunung di kawasan pantai Canggu. Di satu sisi, masyarakat Bali menjalankan rangkaian adat dan keagamaan dengan penuh khidmat, mengenakan busana adat serta membawa berbagai sarana upacara. Di sisi lain, aktivitas wisata tetap berjalan seperti biasa, dengan wisatawan mancanegara menikmati suasana pantai.
Gambaran tersebut menjadi potret nyata bagaimana tradisi Bali dan perkembangan pariwisata hidup berdampingan di tengah pesatnya perubahan kawasan Canggu.
Bagi masyarakat Bali, pantai bukan hanya menjadi tempat untuk berwisata, tetapi juga memiliki nilai spiritual sebagai bagian dari rangkaian Nyegara Gunung. Sementara bagi wisatawan, kawasan yang sama menjadi ruang untuk menikmati keindahan alam dan suasana liburan.
Perbedaan aktivitas tersebut justru memperlihatkan sebuah keseimbangan: pariwisata terus berkembang, namun adat dan budaya tetap berjalan dan menjadi bagian dari kehidupan masyarakat.
Di tengah Canggu yang semakin dikenal dunia, masyarakat Bali terus berupaya menjaga identitasnya. Modernisasi dan pariwisata boleh tumbuh, tetapi adat, budaya, dan nilai spiritual tetap menjadi akar yang menjaga jati diri Bali.
(FS)

Tinggalkan Balasan