Nyegara Gunung, Wujud Bhakti dan Penyucian Diri Usai Rangkaian Karya
Foto : Praditha Gutama

 

CANGGU, pendakilaut.co — Rangkaian Karya di Pura Maspahit, Banjar Kayutulang, Canggu, dilanjutkan dengan pelaksanaan Nyegara Gunung, sebagai bagian dari prosesi keagamaan yang sarat makna bagi krama.

Dalam suasana penuh khidmat, warga mengikuti prosesi menuju kawasan pantai dengan mengenakan busana adat Bali. Berbagai sarana upacara turut dibawa dalam prosesi tersebut, sementara para krama berjalan bersama dengan tertib dan penuh rasa bhakti.

Nyegara Gunung menjadi momentum untuk mendekatkan diri kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa sekaligus memohon penyucian, keselamatan, keseimbangan dan kerahayuan setelah seluruh rangkaian karya dilaksanakan.

Setibanya di kawasan pantai, suasana semakin terasa sakral. Hamparan laut menjadi bagian penting dalam prosesi nyegara, yang secara simbolis berkaitan dengan penyucian dan pembersihan secara niskala. Prosesi ini juga menjadi wujud kebersamaan krama dalam menjalankan yadnya.

Bukan sekadar perjalanan menuju laut, Nyegara Gunung menjadi simbol perjalanan bhakti dan keseimbangan, dari segara hingga gunung, sekaligus menjadi pengingat akan pentingnya menjaga hubungan harmonis antara manusia, alam, dan Tuhan.

Di tengah perkembangan Canggu yang semakin pesat, kebersamaan krama dalam menjaga tradisi seperti ini menjadi gambaran bahwa kemajuan pariwisata dan kehidupan modern tetap dapat berjalan berdampingan dengan adat, budaya, dan nilai-nilai spiritual Bali.

 

(FS)

Baca Juga:  Ribuan Umat Ikuti Prosesi Melasti di Pantai Batu Bolong Canggu di Bawah Terik Matahari
Bagikan ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *